» Profil Dikpora Kabupaten Kebumen

¤ Sumber Daya
A. Gambaran Umum Organisasi
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 Tahun 2010, tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Kabupaten Kebumen.  Sedangkan Tugas Pokok Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen sesuai Pasal 2 Peraturan Bupati Kebumen  Nomor 68 Tahun 2010 adalah melaksanakan melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan, pemuda dan olah raga berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 2 Peraturan Bupati Kebumen  Nomor 68 Tahun 2010 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen mempunyai Fungsi;
  • pelaksanaan perumusan kebijaksanaan teknis, pemberian bimbingan dan pembinaan dalam bidang pendidikan, pemuda dan olah raga;
  • Pelaksanaan perencanaan teknis operasional dan pengembangan unsur-unsur pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya;
  • pelaksanaan pemberian perizinan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku;
  • pelaksanaan pengawasan dan pengendalian teknis atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya;
  • pelaksanaan pengurusan administrasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga; dan
  • pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
B. Aspek Stratejik Organisasi
Masalah Utama / Issue Strategis yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga sesuai dengan Renstra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2006-2010 adalah sebagai berikut;
I. Pemerataan :
  1. Masih belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua warga
  2. Masih rendahnya angka melanjutkan 
  3. Masih tingginya angka putus sekolah
  4. Tidak meratanya sebaran sekolah
  5. Terbatasnya daya tampung dan
  6. Terbatasnya pembiayaan untuk pendidikan.
II. Mutu Pendidikan :
  1. Masih rendahnya rata-rata hasil UAN / UAS
  2. Masih rendahnya angka lulusan
  3. Masih tingginya angka mengulang
  4. Masih banyaknya jumlah guru yang tidak layak
  5. Masih rendahnya sarana penunjang KBM
III. Managemen Pendidikan
  1. Belum diterapkannya MBS diseluruh Sekolah dengan benar
  2. Masih banyaknya sekolah yang belum terakreditasi
  3. Belum tuntasnya regulasi pendidikan ditingkat Kabupaten
  4. Masih terbatasnya sarana prasarana kantor untuk pelayanan pendidikan
IV. Pendidikan Luar Sekolah
  1. Masih banyaknya warga buta huruf yang belum terlayani pendidikan  ( 5.968  warga ) 
  2. Masih banyaknya  Warga putus sekolah usia 6 s / d  12 tahun belum terlayani pendidikan.
  3. Sebanyak 2.706 warga putus sekolah usia 13 s/d 15 tahun belum terlayani pendidikan
  4. Sebanyak  2.570 Warga putus sekolah usia 16 s / d 18 belum terlayani pendidikan.
  5. Sebagian anak usia 3 s / d 5 tahun belum terlayani pendidikan in formal.
  6. Belum adanya SKB dan 69 % kecamatan belum mempunyai PKBM (Pusat Kegiatan belajar Masyarakat).
  7. Semua lembaga kursus yang ada ( 100 % ) belum terakreditasi
  8. Banyaknya tamatan SMP maupun SMTA  yang tidak dapat tertampung dalam dunia kerja.
V. Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan
  1. Minimnya sarana dan Prasarana olah raga dan kesenian
  2. Belum adanya gedung olah raga dan Kesenian yang memadai
  3. Terbatasnya tenaga pembina olah raga dan kesenian yang profesional.
  4. Banyaknya kelompok kesenian yang belum mendapat pembinaan secara memadai. 
  5. Minimnya prestasi olah raga dan seni.